Ternyata menjadi
mentor yang baik resepnya sederhana, yaitu mengajarkan apa
yang anda ketahui kepada orang lain.
Anda ingin meningkatkan skill
networking?, satu-satunya cara, seperti dikataka oleh “ IVAN MISNER
“, yang dijuluki oleh CNN sebagai “ Father Modern Networking”,
tak lain hanya mengajarkan orang lain apa yang anda ketahui. Jadi
pertanyaan yang disodorkan Ivan ,” Bisakah anda mengingat seseorang yang
berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk membantu anda sukses?
Disinilah, peranan mentor tak
ubahnya seperti orang tua, pelatih, guru, rekan, pengawas dan teman.
Mentor berbagi apa yang ia pelajari untuk membantu kita terhindar dari
kesalahan yang sama. Ia mendukung kita dengan tuntutan dan perhatian
yang terus menerus. Ia merayakan prestasi kita seperti prestasinya. Ia
senang member waktu dan tenaga kepada orang lain, karena tahu dengan
membantu orang lain, ia akan menerima balasan serupa.
Mentor merupakan sumber bernilai
bagi kesuksesan seseorang atau organisasi. Ia menuntun kita seiring
pertumbuhan, perubahan dan krisis, membantu kita menjadi apa yang kita
inginkan. Mentor adalah pemimpin, seringkali memimpin dengan contoh
pemimpin membuat kita maju. Seperti dikatakan Peter F.Drucker,
pria yang dijuluki Bapak Manajemen Modern, berkata “ Leadership
membawa Visi seseorang ke pandangan yang lebih tinggi, meningkatkan
performa ke standar yang lebih tinggi, mebangun kepribadian keluar batas
normal.”
Luangkan waktu sejenak
mengungkapkan perasaan kepada mentor. Dengan begitu anda punya rasa
terima kasih, hormat dan pujian kepada mentor, hubungan ini akan
menguatkan waktu yang berjalan dan menepis jarak. Jika seorang mentor
menghubungi anda sekarang dan meminta waktu, hentikan semua yang anda
sedang kerjakan dan beri perhatian penuh kepadanya. Karena bersama
mentor anda bisa melakukan hal-hal yang lebih berkwalitas.
Kini bayangkan anda adalah
mentor, dan anak didik anda memiliki perasaan serupa dengan anda.
Bayangkan kedalaman dan intensitas hubungan tersebut. Bayangkan
Loyalitas, bayangkan nilai prestasi. Mungkin ada seseorang yang
menganggap anda seorang mentor. Mungkin anda tahu seseorang yang akan
anda jadikan anak didik, seseorang yang mengingatkan anda saat anda
mulai berbisnis.
Jika anda ingin meninggalkan
skill, anda harus mendidi orang lain. Ivan Misner mempelajari hal ini
pertama kali beberapa tahun lalu didunia beladiri. Saat mendidik murid
beberapa dasar, ia meningkatkan skill bela dirinya. Kemudian pelajaran
itu diulangnya untuk bermain catur. Kala itu ia tidak begitu mahir, tapi
begitu mulai mengajar sekolah klub catur, permainannya semakin bagus.
Mendidik anak-anak muda tentang strategi, Catur memuatnya Fokus pada
cara bermain catur. Terkadang belajar dan melatih membuat kita semakin
focus pada diri sendiri.
Jadi lagi-lagi Ivan menyarankan,
jika anda ingin maju, maka cobalah membantu orang lain bagaimana meraih
sukses seperti anda. Hubungi relasi yang mungkin tidak saling
berhubungan dan mulailah membuat network. Kebiasaan ini akan
meningkatkan kwalitas skill networking anda atau bahkan mengingat
kembali tekhnik yang telah terlupakan.
Sebelum memasuki hubungan
mentoring, Anda harus mereflesikan 7 Karakter mentor yang baik:
- Semangat menolong, Tertarik dan ingin menolong orang lain
- Punya Pengalaman Positif. Pengalaman formal ataupun Informal yang baik bersama mentor yang baik pula.
- Punya reputasi yang baik dalam mengembangkan orang lain.
- Waktu dan tenaga. Punya waktu dan tenaga mental untuk menjaga hubungan
- Punya pengetahuan yang up-to-date, baik pengetahuan tekhnologi dan skill
- Sikap ingin belajar. Masih ingin dan sanggup belajar, melihat keuntungan dari hubungan mentoring
- Skill mentoring yang efektif. Bisa menamplkan skill latihan, konseling, fasilitasi dan networking
Setelah mengukur mengukur
keinginan dan kapasitas untuk menjadi mentor, anda bisa melihat beragam
lingkaran networking dari apa yang bisa anda bantu. Mentor khususnya
relawan, bisa juga ditemukan disekolah tingkat atas atau komunitas
kampus, dimana para anak didik bisa mengambil manfaatnya.
Meski demikian, sering seklai
seorang mentor malu untuk mendekati anda, karena mengira anda terlalu
sibuk. Maka dari itu, tunjukkan bahwa anda bersedia dibantu, agar skill
anda semakin mantap baik secara pribadi maupun karir.







0 komentar:
Posting Komentar